Blossom – The Back of That Person’s Hand

Fan terlihat kesal duduk sendirian di bangku taman yang ada di pinggiran sungai. Dari dandanannya sudah terlihat jelas bahwa dia akan jalan-jalan dengan seseorang yang spesial. Dan benar saja, rupanya dia sedang menunggu seseorang yang mengajaknya pergi. Tapi dia sudah menunggu hampir satu jam dan orang yang ditunggunya itu tidak muncul-muncul. Fanpun mulai melihat ke … More Blossom – The Back of That Person’s Hand

Kelas Schneider, Cuy

Ini jadul, cuy….. Jaman kapan, nih? Seingatku ini pas anak sekelas jadi panitia XXX di OCARINA…. Sekalian ultahnya Pak Didi juga, kan? HAHAHAHAHAHAHHAHAHA…. Ya ampuuuuun… aku masih alay sekali…. ALAAAAY!!!! NO!!!!!!!!!!!!

Blossom – Part 1

  Fan terlihat kesal duduk sendirian di bangku taman di pingir sungai. Dari dandanannya dia terlihat seperti akan jalan-jalan dengan seseorang. Dan benar saja, rupanya dia sedang menunggu seseorang yang mengajaknya pergi. Tapi dia sudah menunggu hampir satu jam dan orang yang ditunggunya itu tidak muncul-muncul. Fanpun mulai melihat ke kanan dan ke kiri mencari-cari … More Blossom – Part 1

Fate’s Play – Part 4

“Kurang ajar si anak baru itu. Bukan hanya mengabaikan tugasnya, dia bahkan mengabaikan panggilanku” gumam Head butler Kai saat handphone yang ditempelkan di telinganya itu hanya mengeluarkan suara bip bip dan disusul oleh suara perempuan yang mengatakan bahwa nomor yang dihubunginya sedang sibuk. “Kai-san, bagaimana? Apa tuan muda sudah anda hubungi? Tuan Nicholas akan segera … More Fate’s Play – Part 4

Fate’s Play Part 3

Neo tersadar dari pandangannya ke Yuna. Suara kamera dan kerumunan semakin membuatnya sadar bahwa mereka sekali lagi telah terjebak di kerumunan orang-orang yang pandangannya ter-okupasi oleh mereka berdua. Neo melangkahkan kakinya kearah Yuna pelan. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Yuna. “Let’s go. It’s already late, you can enjoy this view in your house too” bisik … More Fate’s Play Part 3

Fate’s Play – Part 2

“Sudah jam berapa ini??!!” Seorang pria dengan kemeja putih dan ditutupi jas hitam yang sedang memegang buku tebal dengan cover yang terbuat dari kulit kelihatan panik dan berkali-kali melihat jarum pendek pada arlojinya yang telah bergerak hampir seperempat lingkaran. Dia juga terlihat berkali-kali menghubungi seseorang, namun tampaknya tak ada jawaban. Berkali-kali pula ia menggertakkan giginya … More Fate’s Play – Part 2