Fate’s Play – Part 4

“Kurang ajar si anak baru itu. Bukan hanya mengabaikan tugasnya, dia bahkan mengabaikan panggilanku” gumam Head butler Kai saat handphone yang ditempelkan di telinganya itu hanya mengeluarkan suara bip bip dan disusul oleh suara perempuan yang mengatakan bahwa nomor yang dihubunginya sedang sibuk.
“Kai-san, bagaimana? Apa tuan muda sudah anda hubungi? Tuan Nicholas akan segera tiba” salah seorang pembantu perempuan yang berjejer di sampingnya tiba-tiba bertanya pada Kai dengan wajah panik.
“Aku tidak bisa menghubungi tuan muda ataupun Ian” jawabnya agak sedikit kecewa.
Kai dan para pembantu senior yang berada di sampingnya amat sangat terkejut saat mobil pengiring ayah Neo yaitu Nicholas telah sampai di depan gerbang. Kepanikan merekapun bertambah karena Neo yang seharusnya kembali satu jam yang lalu malah tidak dapat diketahui keberadaannya, dan bahkan tak dapat dihubungi.
Kai dan yang lainnya mulai memutar otak dan mencari-cari alasan jika Nicholas menanyakan keberadaan Neo.
“KAI-SAN!!!!!!!!!!” teriak seseorang dari ujung koridor yang kemudian suaranya semakin mendekat.
“Sarah!!! Apa yang kau lakukan?! Jangan berteriak di koridor, itu sudah peraturan kan!!” Kai beranjak dari posisinya menuju kearah Sarah yang terlihat ngos-ngosan.
“Dimana Tuan Muda Neo?!! Senior Hanna sudah marah-marah di bawah!!! Dia udah kayak gunung meletus, aku jadi kena marah”
“Sarah, tolong gunakan bahasa formal jika berbicara pada orang yang lebih senior!” komplain Kai sambil menggeleng-gelengkan kepalanya “Tuan Muda masih belum diketahui keberadaannya, dan bahkan anak baru itu mengabaikan panggilanku disaat-saat genting seperti ini”
“Aku sudah tahu!!! Seharusnya saat itu langsung saja kita tolak dia! Benar-benar tidak kompeten” imbuh Sarah dengan memancungkan bibirnya
“Bukannya kamu yang minta supaya Ian diberi masa percobaan ya?” sanggah Ayu dengan memalingkan wajahnya.
Karena Sarah dan Ayu terkenal akan ketidakakuran mereka, merekapun mulai berselisih karena perbincangan tersebut dan membuat Kai semakin stres. Tapi bukan Kai namanya jika masalah seperti ini tidak bisa ditanganinya. Nicholas pastinya tidak bodoh dan ceroboh dalam memilih Head Butler untuk kediamannya.
Hari ini adalah hari yang sangat penting karena Nicholas tidak pulang sendirian tapi dia membawa tamu dari negara tetangga yang menanamkan modal yang cukup besar di negaranya. Sebenarnya hari ini sudah jauh-jauh hari direncanakan dan sudah disetujui oleh Neo juga, bahkan Neopun ikut menandatangani kontrak kerjasama dengan dengan investor dari negara tetangga tersebut dan yang lebih pentingnya adalah Neolah yang mengurusi bidang usaha yang diinvestkan tamu tersebut. Bayangkan betapa marahnya tamu tersebut jika dia tidak mendengar langsung kabar perkembangan investasinya secara jelas dari pengurusnya ditambah dia menyisihkan waktunya yang sangat padat untuk dapat datang kesini.
Kai kemudian melangkah menuju ke tangga turun meninggalkan Ayu dan Sarah yang terus-terusan berselisih-tegang diikuti oleh pembantu-pembantu senior tapi kemudian langkahnya terhenti saat baru menuruni satu anak tanggak
“Ayu! Perintahkan juru masak untuk membuat masakan yang unik. Sarah! Apa yang dilakukan Hanna?”
“Tadi dia menata meja makan dan ruang pertemuan, oh… dia juga mengumpulkan semua pembantu” Jawab Sarah dengan ekspresi bertanya-tanya
“Hiburannya? Pemusiknya sudah datang?” tanya Kai
“Sudah, tadi aku juga sudah mendengarkan sedikit musik mereka” jawab Sarah lagi
“Ayu! Apa yang kau tunggu?! Cepat turun!! Sarah, tetap hubungi Ian, aku akan mencoba mencuri waktu sampai kedatangan Tuan Muda. Oh iya, hubungi semua orang yang berhubungan dengan Tuan Muda, mengerti?”
“Mengerti Kai-san!”
“Aku akan turun dulu, terus infokan perkembangannya padaku!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s